Thursday, 01 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Wall Street Guncang, Asia Terseret
Friday, 7 November 2025 07:40 WIB | MARKET UPDATE |Asia

Saham Asia tergelincir di pembukaan Jumat(7/11), mengikuti sesi berombak di Wall Street. Indeks MSCI Asia Pasifik turun sekitar 0,2%, dipimpin pelemahan di Jepang, sementara Korea Selatan dan Australia juga melemah tipis. Di AS, S&P 500 turun 1,1% dan Nasdaq 100 merosot 1,9% untuk kedua kalinya dalam tiga sesi, seiring aksi jual pada saham-saham AI seperti Nvidia hingga Palantir. Indikator volatilitas sempat menyentuh 20, mencerminkan kegelisahan pasar yang meningkat.

Di obligasi, harga Treasury melemah tipis di awal sesi Asia setelah reli besar sebelumnya, ketika imbal hasil 10-tahun mencatat penurunan harian terbesar dalam sebulan akibat lonjakan data PHK Oktober. Di sisi mata uang, Indeks Dolar Bloomberg bergerak datar setelah penurunan terdalam sejak pertengahan Oktober, sementara nada pejabat The Fed yang hawkish soal inflasi menahan spekulasi pemangkasan suku bunga terlalu cepat.

Secara global, MSCI All Country World Index menuju penurunan mingguan pertama dalam empat pekan. Investor yang sebelumnya mendorong reli karena harapan pemangkasan suku bunga dan tema pertumbuhan AI kini mempertanyakan hasil dari belanja modal jumbo sektor tersebut. Minimnya data resmi akibat penutupan pemerintah AS membuat pasar bergantung pada rilis swasta: Challenger, Gray & Christmas mencatat 153.074 PHK pada Oktober-hampir tiga kali lipat setahun lalu-tertinggi untuk bulan Oktober sejak 2003, memicu pandangan bahwa The Fed perlu lebih berhati-hati meski pasar uang kini menilai peluang pemangkasan bulan depan di atas 70%.

Di ekuitas, sorotan pada kebutuhan pendanaan OpenAI dan sejumlah perusahaan AI kian menekan sentimen-Nasdaq 100 kini hampir 4% di bawah rekor 29 Oktober meski masih naik -20% sejak awal tahun. Dari sisi kebijakan, AS mengusulkan pencabutan tarif impor peralatan industri kapal tertentu dari Tiongkok. Sementara itu, di komoditas, minyak menguat tipis namun tetap menuju penurunan mingguan kedua karena kekhawatiran kelebihan pasokan global. (az)

Sumber: Newsmaker.id

Saham Asia tergelincir di pembukaan Jumat(7/11), mengikuti sesi berombak di Wall Street. Indeks MSCI Asia Pasifik turun sekitar 0,2%, dipimpin pelemahan di Jepang, sementara Korea Selatan dan Australia juga melemah tipis. Di AS, S&P 500 turun 1,1% dan Nasdaq 100 merosot 1,9% untuk kedua kalinya dalam tiga sesi, seiring aksi jual pada saham-saham AI seperti Nvidia hingga Palantir. Indikator volatilitas sempat menyentuh 20, mencerminkan kegelisahan pasar yang meningkat.

Di obligasi, harga Treasury melemah tipis di awal sesi Asia setelah reli besar sebelumnya, ketika imbal hasil 10-tahun mencatat penurunan harian terbesar dalam sebulan akibat lonjakan data PHK Oktober. Di sisi mata uang, Indeks Dolar Bloomberg bergerak datar setelah penurunan terdalam sejak pertengahan Oktober, sementara nada pejabat The Fed yang hawkish soal inflasi menahan spekulasi pemangkasan suku bunga terlalu cepat.

Secara global, MSCI All Country World Index menuju penurunan mingguan pertama dalam empat pekan. Investor yang sebelumnya mendorong reli karena harapan pemangkasan suku bunga dan tema pertumbuhan AI kini mempertanyakan hasil dari belanja modal jumbo sektor tersebut. Minimnya data resmi akibat penutupan pemerintah AS membuat pasar bergantung pada rilis swasta: Challenger, Gray & Christmas mencatat 153.074 PHK pada Oktober-hampir tiga kali lipat setahun lalu-tertinggi untuk bulan Oktober sejak 2003, memicu pandangan bahwa The Fed perlu lebih berhati-hati meski pasar uang kini menilai peluang pemangkasan bulan depan di atas 70%.

Di ekuitas, sorotan pada kebutuhan pendanaan OpenAI dan sejumlah perusahaan AI kian menekan sentimen-Nasdaq 100 kini hampir 4% di bawah rekor 29 Oktober meski masih naik -20% sejak awal tahun. Dari sisi kebijakan, AS mengusulkan pencabutan tarif impor peralatan industri kapal tertentu dari Tiongkok. Sementara itu, di komoditas, minyak menguat tipis namun tetap menuju penurunan mingguan kedua karena kekhawatiran kelebihan pasokan global. (az)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Sektor Pertahanan Tangguh, Sahan Eropa Tutup Bervariasi...
Thursday, 1 January 2026 00:35 WIB

Saham-saham Eropa berakhir beragam pada hari perdagangan terakhir tahun ini. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 menutup sesi perdagangan yang dipersingkat 0,1% lebih rendah pada hari Rabu (31/12), dengan seb...

S&P 500 Siap Menutup Tahun 2025 dengan Kenaikan 17%...
Wednesday, 31 December 2025 21:45 WIB

Saham sedikit berubah pada hari Rabu (31/12) saat Wall Street bersiap untuk menutup tahun yang luar biasa bagi ekuitas. Saham AS mengalami penurunan selama tiga sesi berturut-turut, meskipun penuruna...

Selamat Tahun Baru 2026...
Wednesday, 31 December 2025 20:52 WIB

Selamat Tahun Baru 2026 Newsmaker.id...

Saham-saham Eropa Siap Mencatat Tahun Terkuat Sejak 2021...
Wednesday, 31 December 2025 19:34 WIB

Saham-saham Eropa diperdagangkan pada level tertinggi sepanjang masa pada hari terakhir tahun 2025, membuka jalan bagi tahun terkuat mereka sejak 2021, didorong oleh kenaikan di sektor perbankan dan p...

Kontrak Berjangka AS Turun, Saham Tetap Siap Mencatat Kenaikan Tahunan...
Wednesday, 31 December 2025 19:11 WIB

Kontrak berjangka saham AS sedikit turun pada hari perdagangan terakhir tahun 2025, seiring pasar bersiap menutup tahun yang penuh gejolak yang ditandai dengan ketidakpastian atas tarif Presiden Trump...

LATEST NEWS
Minyak Mencatat Penurunan Tahunan Paling Tajam Sejak 2020

Harga minyak turun pada hari Rabu(31/12) dan mencatat kerugian tahunan hampir 20%, karena ekspektasi kelebihan pasokan meningkat di tahun yang ditandai dengan perang, tarif yang lebih tinggi, peningkatan produksi OPEC+, dan sanksi terhadap Rusia,...

Emas Tetap Dekat dengan Kenaikan Tahunan Terkuat

Harga Emas (XAU/USD) sedikit turun pada hari perdagangan terakhir tahun 2025, diperdagangkan di dekat $4.310 per troy ons selama perdagangan sesi Eropa pada hari Rabu. Logam mulia yang tidak memberikan bunga, termasuk Emas, kehilangan pijakan...

Sektor Pertahanan Tangguh, Sahan Eropa Tutup Bervariasi

Saham-saham Eropa berakhir beragam pada hari perdagangan terakhir tahun ini. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 menutup sesi perdagangan yang dipersingkat 0,1% lebih rendah pada hari Rabu (31/12), dengan sebagian besar indeks sektor berada di wilayah...

POPULAR NEWS
Krisis Israel Dan Iran memicu kekhawatiran Ekonomi Global
Monday, 29 December 2025 16:02 WIB

Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memuncak setelah serangkaian eskalasi militer yang melibatkan serangan udara dan balasan rudal. Presiden...

Trump: AS Serang Dermaga Pemuatan Narkoba di Venezuela
Tuesday, 30 December 2025 06:18 WIB

Presiden Donald Trump mengatakan AS menyerang sebuah fasilitas di dalam Venezuela, yang akan menjadi peningkatan signifikan dalam kampanyenya...

Trump dan Putin Gelar Panggilan Positif, Gedung Putih Ungkap Hasilnya
Monday, 29 December 2025 23:29 WIB

Presiden Donald Trump mengadakan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Senin untuk membahas upaya menghentikan perang di...

Rapat Desember Tak Sejalan, Risalah Fed Picu Spekulasi Pasar
Wednesday, 31 December 2025 02:12 WIB

Bank Sentral AS (Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah perdebatan yang sangat bernuansa tentang...